Pengaruh Sikap dan Pengetahuan terhadap Kepatuhan Menerapkan Proteksi Radiasi Sinar-X (Studi Kasus Praktik Radiologi Mahasiswa PKL ATRO di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan)

Abstrak

Proteksi radiasi merupakan aspek mendasar dalam praktik radiologi yang harus dipahami dan diterapkan oleh seluruh tenaga radiologi, termasuk mahasiswa yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Kepatuhan terhadap proteksi radiasi tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan alat pelindung, tetapi juga oleh faktor internal seperti pengetahuan dan sikap individu terhadap keselamatan kerja.

Artikel ini membahas pengaruh sikap dan pengetahuan terhadap kepatuhan menerapkan proteksi radiasi sinar-X pada mahasiswa PKL ATRO di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Pembahasan difokuskan pada hubungan antara pemahaman teori, sikap profesional, budaya keselamatan, dan perilaku kepatuhan selama praktik radiologi.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik dan sikap positif terhadap keselamatan radiasi memiliki pengaruh penting terhadap tingkat kepatuhan mahasiswa dalam menerapkan prinsip proteksi radiasi selama praktik klinik.

Pendahuluan

Mahasiswa radiologi yang menjalani praktik klinik merupakan bagian dari proses pendidikan profesi yang sangat penting. Dalam masa ini, mahasiswa tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga membentuk perilaku profesional dan budaya keselamatan kerja di lingkungan radiologi.

Salah satu aspek yang sangat penting adalah proteksi radiasi sinar-X. Paparan radiasi yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menimbulkan risiko biologis, sehingga mahasiswa perlu memahami dan menerapkan prinsip keselamatan sejak dini.

Peran Pengetahuan dalam Proteksi Radiasi

Pengetahuan merupakan dasar utama dalam membentuk perilaku keselamatan kerja. Mahasiswa yang memahami konsep dosis radiasi, efek biologis, prinsip waktu-jarak-shielding, penggunaan APD, dan pemantauan dosis cenderung lebih mampu menerapkan proteksi radiasi secara benar.

Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan mahasiswa menganggap prosedur keselamatan sebagai formalitas semata, bukan sebagai kebutuhan profesional yang wajib diterapkan.

Peran Sikap terhadap Kepatuhan

Selain pengetahuan, sikap juga memegang peranan penting dalam menentukan perilaku kepatuhan. Mahasiswa yang memiliki sikap positif terhadap keselamatan kerja cenderung lebih disiplin menggunakan apron timbal, menjaga jarak saat eksposi, mematuhi SOP, dan lebih peduli terhadap risiko paparan radiasi.

Sebaliknya, sikap yang abai atau merasa “terbiasa” terhadap paparan radiasi dapat menurunkan tingkat kepatuhan meskipun pengetahuan teoritis sebenarnya sudah dimiliki.

Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Kepatuhan

Dalam konteks praktik radiologi, pengetahuan dan sikap saling berkaitan dalam membentuk perilaku kepatuhan. Pengetahuan memberikan dasar pemahaman, sedangkan sikap menentukan bagaimana pemahaman tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.

Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan mahasiswa terhadap proteksi radiasi tidak cukup hanya melalui pembelajaran teori, tetapi juga harus dibarengi pembentukan budaya keselamatan dan pembiasaan perilaku profesional selama praktik.

Lingkungan Praktik dan Pengaruh Institusi

Lingkungan rumah sakit dan unit radiologi tempat mahasiswa praktik juga memiliki pengaruh besar terhadap kepatuhan proteksi radiasi. Bila budaya keselamatan di unit kerja kuat, mahasiswa akan lebih terdorong untuk mengikuti prosedur dengan benar.

Sebaliknya, bila lingkungan kerja kurang disiplin terhadap proteksi radiasi, mahasiswa berisiko meniru kebiasaan yang tidak aman. Oleh karena itu, pembimbing klinik dan institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan kerja yang baik.

Implikasi Pendidikan Radiologi

Hasil evaluasi terhadap hubungan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan sangat penting untuk pengembangan pendidikan radiologi. Kurikulum, pembelajaran laboratorium, simulasi keselamatan, dan pembinaan selama praktik perlu dirancang agar tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter profesional mahasiswa.

Peran Radiografer Pembimbing

Radiografer pembimbing memiliki peran sentral dalam membentuk kepatuhan mahasiswa selama praktik. Melalui contoh perilaku, supervisi langsung, dan pembiasaan kerja yang aman, radiografer dapat menjadi teladan dalam penerapan proteksi radiasi yang benar.

Kesimpulan

Sikap dan pengetahuan memiliki pengaruh penting terhadap kepatuhan mahasiswa PKL ATRO dalam menerapkan proteksi radiasi sinar-X. Mahasiswa dengan pengetahuan yang baik dan sikap positif terhadap keselamatan kerja cenderung menunjukkan perilaku proteksi radiasi yang lebih baik selama praktik radiologi.

Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan radiologi harus mencakup penguatan aspek kognitif, afektif, dan praktik agar budaya keselamatan radiasi dapat tertanam sejak masa pendidikan.

Catatan: Artikel ini disusun untuk mendukung penguatan pendidikan radiologi, budaya keselamatan kerja, dan kepatuhan proteksi radiasi pada mahasiswa praktik klinik.

FAQ Seputar Kepatuhan Proteksi Radiasi Mahasiswa Radiologi

Mengapa pengetahuan penting dalam proteksi radiasi?

Karena pengetahuan membantu mahasiswa memahami risiko radiasi dan cara kerja proteksi secara benar.

Apakah sikap berpengaruh terhadap kepatuhan?

Ya, sikap yang positif terhadap keselamatan kerja sangat memengaruhi perilaku kepatuhan di lapangan.

Apa peran pembimbing klinik dalam proteksi radiasi?

Pembimbing klinik berperan sebagai teladan dan pengawas dalam penerapan budaya keselamatan radiasi.

Bagaimana cara meningkatkan kepatuhan mahasiswa radiologi?

Dengan meningkatkan pendidikan teori, pembiasaan praktik aman, pengawasan, dan budaya keselamatan kerja.

← Kembali ke Halaman Jurnal